Pada Selasa, 13 Januari 2026, Pemerintah Kabupaten Kabupaten Luwu Timur menggelar rapat koordinasi bersama para pengawas serta kepala sekolah negeri dan swasta jenjang PAUD, SD, dan SMP. Forum ini digelar sebagai upaya memperkuat mutu pendidikan melalui penguatan kepemimpinan sekolah dan tata kelola satuan pendidikan.
Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Luwu Timur Irwan Bachri Syam dan dihadiri jajaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Luwu Timur. Dalam arahannya, Bupati Irwan menegaskan bahwa kedisiplinan merupakan fondasi utama dalam penyelenggaraan pendidikan dan harus dimulai dari pimpinan sekolah.
Ia menekankan kepatuhan terhadap jam masuk dan jam pulang sekolah yang telah ditetapkan tanpa toleransi. Menurutnya, keteladanan kepala sekolah akan membentuk budaya disiplin yang berdampak langsung pada kinerja guru dan perilaku peserta didik.
“Kepala sekolah harus menjadi contoh. Jika jam masuk dan jam pulang sudah ditetapkan, maka itu wajib dijalankan. Dari situ budaya disiplin akan terbentuk,” kata Irwan.
Selain disiplin, Bupati Irwan mendorong setiap sekolah untuk rutin melaksanakan rapat koordinasi internal. Rapat tersebut diharapkan digelar minimal satu kali dalam sepekan atau dua kali dalam sebulan dengan melibatkan seluruh unsur sekolah, termasuk tenaga pendidik, tenaga kependidikan, hingga petugas kebersihan, sebagai sarana evaluasi dan penguatan kerja tim.
Dalam kesempatan yang sama, Bupati Irwan juga menyoroti pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah. Ia meminta agar Dana BOS dimanfaatkan secara optimal, transparan, dan tepat sasaran untuk mendukung peningkatan kualitas tenaga pendidikan serta pemenuhan kebutuhan prioritas sekolah, termasuk sarana dan prasarana pembelajaran.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Luwu Timur menyatakan siap menindaklanjuti seluruh arahan bupati melalui penguatan pembinaan dan pengawasan di lapangan. Ia menegaskan bahwa disiplin kepemimpinan sekolah dan tata kelola anggaran menjadi fokus utama dinas dalam upaya peningkatan mutu pendidikan secara berkelanjutan.
“Kami akan memastikan seluruh kebijakan ini dijalankan secara konsisten di setiap satuan pendidikan agar berdampak langsung pada kualitas layanan pendidikan,” ujarnya.
Selain kebijakan manajerial, pemerintah daerah juga mendorong pelaksanaan program pembiasaan di sekolah, seperti Jumat Bersih, Juara setiap hari Jumat, serta kegiatan keagamaan yang disesuaikan dengan keyakinan peserta didik. Program tersebut diharapkan mampu membentuk karakter disiplin, kepedulian, dan nilai spiritual peserta didik.
Melalui rapat koordinasi ini, Pemerintah Kabupaten Luwu Timur menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pendidikan yang berkualitas, berkarakter, dan berdaya saing, sejalan dengan visi pembangunan daerah di bidang pendidikan.
Red – Ilfar





