INFOINDONESIAINEWS.COM | LUWU TIMUR Sebuah peringatan keras ditiupkan oleh Pemerintah Kabupaten Luwu Timur bagi para pemilik pangkalan gas melon. Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, UMKM, dan Perindustrian (Koperindag) Luwu Timur, Senfry Octavianus, menegaskan bahwa tidak ada kompromi bagi pangkalan yang tidak memprioritaskan warga berpenghasilan rendah.
Pernyataan tersebut disampaikan Senfry di tengah kerumunan warga saat memantau langsung kegiatan Pasar Murah LPG 3Kg di Kecamatan Tomoni, Kamis (5/02/2026).
Prioritas Utama: Kebutuhan Rumah Tangga
Senfry menekankan bahwa fungsi subsidi gas 3kg adalah untuk meringankan beban ekonomi masyarakat miskin. Ia meminta para pengelola pangkalan untuk lebih selektif dan memiliki nurani dalam mendistribusikan stok yang ada.
“Seluruh pangkalan LPG 3kg harus mengutamakan kebutuhan pribadi masyarakat, khususnya warga kita yang berpenghasilan rendah. Prioritaskan mereka terlebih dahulu, pastikan dapur warga tetap mengepul,” tegas Senfry Octavianus di lokasi kegiatan.
Pasar Murah Sebagai “Oase” di Tomoni
Kehadiran pasar murah ini menjadi jawaban atas kekhawatiran masyarakat terkait distribusi LPG yang terkadang tersendat. Selain memastikan ketersediaan barang, kegiatan ini juga bertujuan untuk memutus rantai spekulan yang sering mempermainkan harga di tingkat pengecer.
Berikut beberapa poin utama yang ditekankan dalam operasi lapangan tersebut:
- Pengawasan Distribusi: Dinas Koperindag akan melakukan pemantauan rutin terhadap alur distribusi dari agen ke pangkalan.
- Larangan Penimbunan: Pangkalan dilarang keras mendahulukan pihak yang membeli untuk dijual kembali dengan harga tinggi (tengkulak) sebelum kebutuhan warga sekitar terpenuhi.
- Sanksi Tegas: Ada konsekuensi bagi pangkalan yang kedapatan bermain-main dengan stok subsidi.
Waspada Isu Hoaks: Jangan Panik, Stok Aman!
Selain memberikan peringatan kepada pangkalan, Kadis Koperindag juga memberikan imbauan menyejukkan bagi masyarakat. Ia menyoroti adanya kecenderungan warga yang melakukan “panic buying” atau aksi borong tabung gas secara berlebihan.
Kepanikan ini dipicu oleh beredarnya isu-isu tidak benar (hoaks) mengenai rencana penutupan jalan akibat aksi demonstrasi yang dikhawatirkan akan menghambat distribusi gas.
”Kami mengimbau masyarakat agar tidak terpengaruh isu-isu yang tidak benar terkait penutupan jalan karena demo. Jangan panik lalu membeli tabung gas dalam jumlah banyak (panic buying). Hal itu justru akan memicu kelangkaan semu di lapangan. Kami pastikan stok dan distribusi tetap terpantau aman,” jelasnya.
Masyarakat Merasa Terlindungi
Langkah proaktif Kadis Koperindag ini mendapat apresiasi dari warga Tomoni yang hadir. Ketegasan pemerintah dianggap sangat perlu agar bantuan subsidi pemerintah tidak salah sasaran dan tetap bisa dinikmati oleh mereka yang benar-benar berhak.
Dengan pengawasan ketat dan pesan kuat dari Senfry Octavianus, diharapkan ke depannya tidak ada lagi cerita warga miskin yang kesulitan mendapatkan gas melon di tengah melimpahnya stok di pangkalan.
NARASUMBER PEWARTA : SENFRY OCTAVIANUS, EDITOR RED : JBL













