BANDUNG BARAT, JABAR – Persiapan ujian siswa SD, khususnya kelas 6, SDN Pasir Muncang , Parongpong untuk tahun 2026 difokuskan pada penguatan materi inti, yaitu di bidang operasional komputerisasi, simulasi ujian (TKA/tryout), dan menjaga kesehatan fisik-mental.
Simulasi resmi dijadwalkan pada Maret, diikuti ujian utama April, dengan penekanan pada pemahaman soal, bukan hafalan.
Menurut Kepala Sekolah SDN Pasir Muncang, Parongpong Kab. Bandung Barat, bernama Romayani S.Pd., mengatakan bahwa “persiapan siswa SD menjelang ujian Kita fokus kepada komputerisasi dan
Simulasi untuk menghadapi Ujian Resmi,” ungkapnya Kepala Sekolah Romayani S.Pd.,pada awak media ini, (27/02/2026).
Menurut informasi yang dihimpun oleh awak media dari dinas pendidikan, bahwa Simulasi TKA (Tes Kemampuan Akademik) SD/SMP 2026 dilaksanakan resmi di sekolah-sekolah pada 2-8 Maret 2026, dengan ujian utama di bulan April.
Dalam persiapan menghadapi ujian akhir juga Dinas Pendidikan menyarankan bagi siswa dan siswi untuk belajar Latihan Soal yaitu Siswa disarankan rutin berlatih soal dasar di bidang Komputer, Matematika, IPA, Bahasa Indonesia, dengan tujuan untuk meningkatkan pemahaman materi dan kecepatan.
Serta, mengatur manajemen Waktu dalam penggunaan platform simulasi online, itu dapat juga membantu siswa dalam mengatur waktu, untuk menghindari ketergesaan, dan membiasakan diri dengan sistem ujian digital.
Kemudian, menjaga mental dan fisik dalam kesehatan untuk relaksasi, yaitu menjaga kesehatan fisik (asupan nutrisi) dan mental (manajemen stres, relaksasi pernapasan) penting untuk hasil maksimal.
Terakhir adalah peran Orang Tua yaitu untuk Motivasi positif dan dukungan orang tua dalam menciptakan suasana belajar yang nyaman sangat dibutuhkan.
Ditengah-tengah perbincangan awak media dengan Kepala Sekolah Romayani S.Pd., nampak pula para mahasiswa dari UPI yang sedang menjalankan tugas Mini Project dari Dosennya , yaitu sosialisasi terkait persiapan mental siswa-siswi di era digital dengan banyaknya kasus penyalahgunaan seksual, bullying yang terjadi saat ini pada anak dibawah umur.
Salah satu Mahasiswi UPI yang saat ini duduk di semester dua tersebut mengatakan, bahwa ”
Kami perwakilan dari UPI dalam rangka melaksanakan Mini Project, yaitu memberikan sosialisasi dan edukasi kepada para siswa-siswi sekolah kelas empat dan enam terkait maraknya bullying terhadap anak-anak Sekolah Dasar,” pungkasnya salahsatu Mahasiswi menjelaskan pada awak media ini sambil menutup perjumpaan Kami di SDN Pasir Muncang, Parongpong, Bandung Barat.
Narasumber Pewarta: Sabar PiNews. Editor Red : Egha.












