INFOINDONESIAINEWS.COM |LUWU TIMUR, WASUPONDA – Kekhawatiran warga Dusun Balambano akhirnya menjadi kenyataan pahit. Pada Jumat pagi (20/2/2026), bencana tanah longsor melanda Desa Balambano, Kecamatan Wasuponda, yang diduga kuat merupakan dampak langsung dari aktivitas operasional penggalian jalur pipa minyak di wilayah tersebut.
Peristiwa ini seolah menjadi “bom waktu” yang meledak. Berdasarkan informasi yang dihimpun, warga setempat sebelumnya telah melayangkan protes keras dan sempat menghentikan proyek tersebut. Alasan mereka jelas: kondisi struktur tanah yang rentan membuat aktivitas penggalian sangat berisiko memicu longsor.
Namun sayang, peringatan dari masyarakat tersebut seakan terabaikan hingga bencana benar-benar terjadi pagi tadi.
Evakuasi Dramatis dan Kemacetan Panjang
Dalam rekaman video yang diterima redaksi, terlihat suasana mencekam sekaligus sibuk di lokasi kejadian. Puluhan petugas gabungan yang mengenakan seragam oranye dan merah, dibantu oleh aparat kepolisian dan warga, bahu-membahu membersihkan reruntuhan.
Sejumlah pohon besar tumbang menutupi badan jalan, menghalangi akses kendaraan. Di latar belakang, terlihat antrean kendaraan panjang, termasuk bus dan truk logistik, yang terpaksa berhenti total akibat akses jalan yang tertutup material tanah dan kayu.
Suara raungan mesin chainsaw mendominasi lokasi saat petugas berupaya memotong batang-batang pohon raksasa yang melintang. “Kami sudah ingatkan sebelumnya bahwa ini berbahaya, sekarang lihat sendiri akibatnya,” ujar salah satu warga yang berada di lokasi dengan nada kecewa.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak pelaksana proyek penggalian pipa minyak terkait bencana ini.
Tim evakuasi masih terus bekerja ekstra keras untuk membuka kembali jalur transportasi yang vital bagi konektivitas antarwilayah ini. Warga berharap adanya penghentian total proyek tersebut sebelum jatuh korban jiwa atau terjadi kerusakan lingkungan yang lebih masif.
Kini, fokus utama adalah membersihkan material longsor agar arus lalu lintas kembali normal, sembari menanti langkah tegas dari pemerintah daerah dan instansi terkait untuk mengevaluasi izin serta keamanan operasional proyek yang memicu bencana ini.
EDITOR : JABAL













