Tumpukan Sampah hingga bau busuk yang menyengat menunggu Penanganan dari Pemerintah terkait

  • Bagikan

BULOA – Tumpukan sampah di Poros jalan Bersekah menimbulkan aroma bau busuk yang sangat menyengat. Menurut Warga Buloa Selama ini Mereka membuang sampahnya di tong sampah masing-masing, dan nantinya ada petugas yang mengangkut nya setiap hari dari Kecamatan , namun belakangan ini sampah tersebut dibiarkan menumpuk, hingga mengeluarkan aroma bau tak sedap, padahal Warga lingkungan di wilayah tersebut setiap bulannya membayar iuran sampah.

Awak media ini selanjutnya menemui salah satu tokoh masyarakat untuk meminta keterangannya, dan tokoh Masyarakat tersebut mengatakan, bahwa ” awalnya ada terdapat satu-dua orang warga yang buang sampah di lokasi tersebut, kemudian berikut nya di ikuti oleh sejumlah Warga masyarakat lainnya, hingga akhirnya terjadi tumpukan sampah yang menimbulkan bau menyengat karena armada pengangkut sampah tak kunjung tiba hingga saat ini,” ujarnya.

Selanjutnya, sejumlah warga setempat menyampaikan perbandingan antara walikota terdahulu dengan saat ini, bahwa dengan kepemimpinan walikota sebelumnya jauh lebih baik dalam menangani kebersihan lingkungan, dengan penanganan masalah sampah.

Ditempat yang terpisah awak media menemui Ketua RW setempat untuk mempertanyakan terkait permasalahan sampah yang menumpuk dan bau tersebut karena tak adanya armada pengangkut sampah yang mengambil ke lokasi tersebut.

Dan, menurutnya bahwa Ia telah menyampaikan permasalahan sampah tersebut kepada pihak kecamatan, dan menurut pihak kecamatan menyampaikan, bahwa Kecamatan tidak memiliki armada sampah, mudah-mudahan permasalahan sampah ini dapat segera mendapatkan perhatian dari pemerintah terkait, ” pungkasnya.

Solusi : efektif menangani sampah menumpuk dan bau melibatkan pemisahan sampah organik/anorganik, komposting di rumah, dan penggunaan bahan penyerap bau seperti baking soda atau arang aktif. Terapkan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) untuk mengurangi timbunan dari sumbernya, sementara sampah organik dapat diolah menjadi briket atau kompos untuk mengurangi bau busuk.

Narasumber Pewarta : Jamal. Editor Red : Egha.

  • Bagikan