Kamis, 1 Oktober 2026 Aktual · Terpercaya · Indonesia

PENGELOLAAN LIMBAH SPPG BATUJAJAR TIMUR I , HAUR NGAMBANG , DINILAI SESUAI STANDAR DAN BERMANFAAT BAGI WARGA

  • Bagikan
Img 20261001 Wa0107
Img 20261001 Wa0107

BANDUNG BARAT, JABAR — Pengelolaan limbah sisa pengolahan pangan di Sentra Pengolahan Pangan Gizi (SPPG) Batujajar Timur I, Haur Ngambang, Desa Batujajar Timur, dinilai telah berjalan sesuai prosedur serta memberikan manfaat langsung bagi warga sekitar. Hal ini terungkap dari penjelasan pihak pengelola sekaligus pengakuan warga yang memanfaatkan hasil saringan tersebut untuk kebutuhan pertanian.

Penjelasan ini disampaikan langsung oleh Kepala SPPG Dapur MBG Batujajar Timur I, Haur Ngambang, Soni, guna menanggapi pemberitaan sebelumnya yang menyebutkan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di lokasi tersebut tidak layak beroperasi.

“Seluruh limbah cair maupun padat yang dihasilkan dari kegiatan dapur tidak dibuang begitu saja, melainkan melalui serangkaian proses penanganan yang ketat,” ujar Soni.

Lebih lanjut ia menjelaskan, sistem pengolahan yang diterapkan terdiri atas tiga tahap penyaringan, di mana tahap terakhir menggunakan mesin pengolah air yang telah memenuhi standar prosedur operasi (SPO). Baru setelah memenuhi syarat, air buangan dialirkan ke saluran pembuangan.

Terkait kekhawatiran adanya endapan minyak, Soni menegaskan hal tersebut justru menunjukkan sistem bekerja dengan baik — endapan tertahan di bagian penyaringan, sehingga air yang mengalir ke saluran akhir sudah dalam kondisi bersih.

“Endapan memang ada di bagian penyaringan; hal itu wajar karena memang di situlah fungsinya. Namun saat air dibuang ke luar, kondisinya sudah bersih. Kami pastikan tidak terjadi pencemaran,” tambahnya.

Pemantauan terhadap IPAL dilakukan secara berkala. Pihak pengelola melakukan pemeriksaan mandiri tiga kali dalam seminggu, sementara tim teknis dari instansi terkait turun melakukan pengecekan setiap bulan.

“Hasil pemeriksaan rutin tersebut secara teknis tidak ditemukan kendala yang berarti. Semua berjalan sesuai standar,” tegasnya.

Keberadaan SPPG Haur Ngambang bukan hanya tidak menimbulkan gangguan, melainkan memberikan manfaat langsung bagi warga sekitar. Salah satunya dirasakan oleh Isur, warga RW 07 yang tinggal tidak jauh dari lokasi.

Isur menyatakan memanfaatkan sisa-sisa makanan yang tersaring dari proses pengolahan sebagai pupuk organik untuk kebunnya.

“Saya memanfaatkan sisa yang tersaring itu sebagai pupuk tanaman di kebun. Hasilnya sangat baik; tanaman menjadi hijau dan subur. Cabai, terong, hingga ubi jalar yang saya tanam semuanya tumbuh dengan baik,” ungkap Isur.

Ia menambahkan tidak merasakan gangguan maupun kerusakan akibat pembuangan air limbah tersebut. Menurut pengamatannya sendiri, air yang dialirkan ke selokan sudah jernih karena telah melewati beberapa tahap penyaringan.

“Saya lihat sendiri, air yang dibuang sudah bersih. Ada yang mengeluarkan pendapat lain soal limbah, namun kenyataan di lapangan tidak demikian. Semuanya telah disaring bertahap, jadi tidak ada masalah. Malah sisa yang ada saya ambil dan bermanfaat untuk kebun saya,” jelasnya.

Isur berharap keberadaan SPPG ini dapat terus berjalan dan senantiasa memberi manfaat bagi warga sekitar sebagaimana yang dirasakannya selama ini.

Img 20261001 Wa0106
Img 20261001 Wa0106

Narasumber: Tedi
Pewarta: Tedi
Editor: Gha

  • Bagikan