Skandal Judi Togel di Sumut, Oknum TNI dan Pengusaha Disebut-sebut Terlibat.

  • Bagikan
Img 20260527 Wa0150
Img 20260527 Wa0150

Deli Serdang |
Aktivitas perjudian ilegal jenis togel dan tembak ikan di Sumatera Utara kembali menjadi sorotan. Kali ini, nama Hendi Antariksa selaku Pangdam I/Bukit Barisan ikut disebut dalam desakan publik agar melakukan pemeriksaan terhadap salah satu anggotanya, Koptu JS yang berdinas di wilayah Pematangsiantar. Rabu,(27/5/2026).

Koptu JS diduga terlibat dalam pengamanan praktik perjudian ilegal yang disebut-sebut beroperasi di sedikitnya tujuh kabupaten di Sumatera Utara. Dugaan ini memicu keresahan masyarakat karena dinilai bertentangan dengan nilai-nilai Sumpah Prajurit TNI.

Sejumlah sumber di lapangan menyebutkan, seorang pengusaha berinisial AK diduga menjadi aktor utama di balik jaringan perjudian tersebut. Dalam menjalankan operasinya, AK diduga memanfaatkan Koptu JS sebagai penghubung di lapangan guna memastikan aktivitas berjalan tanpa hambatan.

“Pergerakan oknum tersebut sudah melampaui batas. Bahkan terkesan lebih patuh kepada pihak luar dibanding komando institusi,” ujar salah satu sumber yang enggan disebutkan identitasnya.

Selain itu, Koptu JS juga disebut kerap berada di luar wilayah tugasnya tanpa penjelasan resmi. Kondisi ini menimbulkan tanda tanya, baik di kalangan masyarakat maupun internal.

Dugaan Intimidasi dan Konflik Internal
Tidak hanya itu, Koptu JS bersama sejumlah rekannya juga diduga melakukan intimidasi terhadap juru tulis (jurtul) perjudian agar menyetorkan hasil kepada bandar berinisial AK.

Sumber lain menyebutkan, oknum tersebut bahkan kerap terlibat cekcok dengan sesama anggota TNI dan diduga mengancam akan melakukan mutasi terhadap pihak-pihak yang tidak sejalan. Situasi ini disebut menciptakan ketegangan di lingkungan internal.

Insiden Warga Meninggal di Warkop
Di sisi lain, masyarakat juga menyoroti insiden yang terjadi di kawasan Tembung, Kabupaten Deli Serdang. Seorang warga sipil dilaporkan meninggal dunia akibat serangan jantung setelah terjadi kepanikan di sebuah warung kopi.

Kepanikan tersebut dipicu oleh kedatangan sekelompok orang yang diduga menggebrak meja serta memperlihatkan senjata api. Aksi tersebut diduga berkaitan dengan upaya penguasaan wilayah operasi perjudian ilegal.

Beberapa nama seperti Yoga alias Syah dan Jakson alias Morang turut disebut-sebut sebagai bagian dari jaringan yang diduga berada di bawah kendali AK.

Desakan Transparansi
Masyarakat berharap Pangdam I/Bukit Barisan dapat segera mengambil langkah tegas dan transparan untuk menelusuri kebenaran informasi ini. Penegakan disiplin dan hukum dinilai penting guna menjaga kepercayaan publik terhadap institusi TNI.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai dugaan tersebut.(*)

  • Bagikan