MAJAPAHIT – Sejarah maritim dunia memperlihatkan bahwa setiap bangsa mengembangkan kapal sesuai dengan lingkungan dan kebutuhan mereka. Jong Majapahit, Longship Viking, dan kapal Anglo-Saxon merupakan tiga contoh teknologi kapal besar dari peradaban yang berbeda, masing-masing memiliki keunggulan tersendiri.
Jong Majapahit dikenal sebagai kapal besar Nusantara yang dirancang untuk pelayaran samudra dan perdagangan jarak jauh. Kapal ini memiliki ukuran jauh lebih besar dibandingkan kapal Eropa Utara pada masa yang sama. Dengan lambung tinggi, ruang muatan luas, dan konstruksi kuat menggunakan teknik penyambungan kayu tradisional seperti pasak kayu (dowel) dan papan jahit (sewn plank), Jong mampu menghadapi gelombang besar Samudra Hindia dan jalur pelayaran Asia. Kapal ini dapat membawa banyak awak, prajurit, serta komoditas seperti rempah-rempah dalam jumlah besar. Sistem layar tanja khas Nusantara juga memungkinkan kapal memanfaatkan angin muson untuk perjalanan antarwilayah.
Berbeda dengan Jong yang berfungsi sebagai kapal samudra, Longship Viking adalah kapal yang dibuat untuk kecepatan dan kelincahan. Kapal ini memiliki bentuk panjang, ramping, dan ringan dengan teknik konstruksi clinker-built, yaitu papan kayu yang saling bertumpuk. Longship biasanya menggunakan satu layar persegi besar serta puluhan dayung untuk bermanuver. Keunggulannya adalah mampu bergerak cepat, masuk ke sungai dangkal, melakukan ekspedisi jauh hingga Atlantik Utara, dan melancarkan serangan mendadak ke wilayah pesisir.
Sementara itu, kapal Anglo-Saxon berkembang di kawasan Inggris awal dengan banyak pengaruh dari teknologi Nordik. Kapal ini digunakan untuk transportasi pasukan, perdagangan, dan pertahanan wilayah. Ukurannya umumnya lebih kecil dibandingkan Jong Majapahit dan lebih berfokus pada operasi regional seperti Laut Utara dan Selat Inggris. Kapal Anglo-Saxon mengandalkan kombinasi layar dan dayung serta memiliki desain yang praktis untuk kebutuhan kerajaan.
Jika dibandingkan dari segi kapasitas, ukuran, dan kemampuan pelayaran samudra, Jong Majapahit memiliki keunggulan sebagai kapal besar yang mampu membawa muatan dan manusia dalam jumlah jauh lebih banyak. Namun, dalam hal kecepatan, manuver, dan serangan cepat, Longship Viking lebih unggul. Kapal Anglo-Saxon berada di antara keduanya sebagai kapal pertahanan dan transportasi regional.
Ketiga kapal tersebut menggambarkan tiga karakter maritim yang berbeda. Jong Majapahit melambangkan kekuatan perdagangan dan penguasaan jalur samudra Nusantara. Longship Viking menjadi simbol keberanian eksplorasi dan penaklukan laut utara. Kapal Anglo-Saxon mencerminkan kemampuan kerajaan awal Inggris dalam menjaga wilayah dan mengembangkan kekuatan laut.
Perbandingan ini menunjukkan bahwa tidak ada satu desain kapal yang paling unggul untuk semua kondisi. Setiap kapal adalah hasil dari kebutuhan geografis, teknologi, dan strategi bangsa yang menciptakannya.
Narasumber Pewarta : Suta Widhya SH KCP.
Editor Red : Egha.













