
INFOINDONESIAINEWS.COM |LUWU UTARA – Dalam rangka memastikan kesiapan dan optimalisasi program ketahanan pangan, jajaran personel pertanian Batalyon Yonif TP 872/Andi Jemma bersama Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Tanalili melaksanakan pengecekan lokasi (monitoring) bersama pada Selasa (19/06/2026). Pengecekan ini dipusatkan di lahan hampangan pertanian yang berada di area kebun induk Dinas Perkebunan Sulawesi Selatan, Desa Rampoang.
Kegiatan inspeksi lapangan ini dipimpin langsung oleh Koordinator BPP Tanalili, Andi Massuana, bersama perwakilan dari Yonif TP 872/Andi Jemma. Pengecekan ini bertujuan untuk meninjau langsung kondisi fisik lahan, tata letak zonasi tanaman, serta kesiapan teknis sebelum memasuki tahapan pengelolaan intensif.

Meninjau Tata Ruang Lahan dan Potensi Komodita
Dalam pengecekan tersebut, Andi Massuana bersama tim melakukan pemetaan dan evaluasi terhadap beberapa titik krusial di kebun induk. Fokus pengecekan meliputi kesiapan lahan untuk berbagai sektor komoditas yang telah direncanakan, antara lain:
Zona Padi Sawah dan Tambak: Memastikan sistem pengairan berjalan optimal untuk mendukung integrasi sawah dan perikanan.
Zona Palawija dan Hortikultura: Mengecek kondisi kesuburan tanah untuk penanaman sayur campuran (sawi, kangkung, bayam) dan buah-buahan (semangka, melon, pepaya).
Fasilitas Pendukung: Meninjau area rumah kompos dan pusat pembibitan guna memastikan ketersediaan pupuk organik dan bibit unggul secara mandiri.
“Pengecekan lokasi ini sangat penting dilakukan untuk memetakan potensi dan hambatan di lapangan. Dengan melihat langsung kondisi tanah dan sumber air di Desa Rampoang ini, kita bisa menerapkan teknologi pertanian yang paling tepat guna,” jelas Andi Massuana di lokasi kegiatan.
Sinergi Pengawasan Demi Target Swasembada
Kehadiran personel Yon TP 872 Andijemma dalam pengecekan ini menegaskan komitmen pengawalan program ketahanan pangan secara bersinergi. Melalui pemantauan berkala seperti ini, potensi kegagalan tanam dapat dimitigasi sejak dini melalui pendampingan teknis dari para penyuluh BPP.
Hasil dari pengecekan lokasi di kebun induk Dinas Perkebunan Sulsel ini nantinya akan menjadi acuan dalam penyusunan jadwal tanam, pola pemupukan, dan manajemen modernisasi pertanian. Kolaborasi aktif ini diharapkan dapat menyulap lahan di Desa Rampoang menjadi percontohan kawasan agribisnis yang produktif dan terintegrasi di Luwu Utara.
Narasumber : Latif Hamsyah
Editor : Jabal










