JAKARTA — Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) secara resmi memperkenalkan tagline baru, yaitu “Polisi Bersama Masyarakat”. Langkah ini merupakan bagian penting dari penguatan arah pengabdian dan pelayanan institusi kepolisian kepada seluruh rakyat Indonesia. Tagline tersebut dirancang untuk mempertegas kembali posisi kehadiran Polri yang senantiasa berdiri bersama masyarakat, bukan terpisah dari masyarakat.
Tagline ini menegaskan semangat bahwa Polri hadir di tengah masyarakat, serta menjadikan kebutuhan dan kepentingan masyarakat sebagai hal yang paling utama dalam setiap pelaksanaan tugas kepolisian. Inisiatif ini merupakan penegasan arah langsung dari pimpinan tertinggi Polri, yaitu Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto, S.I.K., S.H., M.Si., yang ingin menempatkan masyarakat sebagai pusat orientasi kinerja kepolisian.
“Polisi Bersama Masyarakat bukan sekadar tagline yang indah didengar, melainkan semangat nyata yang harus diwujudkan dalam setiap langkah dan tindakan saat menjalankan tugas. Polri hadir untuk mendengar aspirasi, melayani kebutuhan, melindungi segenap masyarakat, memberikan kepastian hukum yang adil, serta bersama-sama warga menjaga keamanan dan ketertiban umum,” ujar Kapolri.
Kedekatan dengan masyarakat diharapkan dapat tumbuh menjadi budaya kerja yang melekat pada setiap anggota Polri. Kritik dan masukan yang disampaikan oleh masyarakat tidak boleh dipandang sebagai gangguan, melainkan dijadikan bahan evaluasi yang berharga untuk terus memperbaiki kualitas pelayanan dan kinerja kepolisian dari waktu ke waktu.
Implementasi tagline ini diharapkan dapat semakin memperkuat kehadiran Polri di tengah masyarakat, baik melalui peningkatan kualitas pelayanan, penegakan hukum yang berkeadilan, maupun respons yang cepat terhadap berbagai persoalan keamanan dan ketertiban yang terjadi di lapangan. Semangat ini harus dipahami dan dijalankan oleh seluruh jajaran, sehingga Polri selalu hadir, mendengar, bekerja bersama, dan memberikan solusi terbaik bagi kebutuhan masyarakat.

Narasumber/Pewarta: Abu Khaidir
Editor: Egha.













